Teh Calendula: Manfaat, Pembuatan Bir, dan Apa Kata Sains

0
21

Teh calendula, yang berasal dari bunga calendula kuning cerah, memiliki sejarah panjang dalam penggunaan tradisional, namun ilmu pengetahuan modern baru mulai mengeksplorasi potensi manfaat kesehatannya. Meskipun bukan minuman umum seperti kamomil atau teh hijau, infus alami bebas kafein ini menawarkan serangkaian khasiat unik yang dapat mendukung kesehatan. Berikut rincian hal-hal yang perlu Anda ketahui.

Apa itu Teh Calendula?

Calendula (Calendula officinalis ) adalah tanaman berbunga yang berakar pada pengobatan tradisional. Bunganya, terkadang disebut marigold pot, telah digunakan selama berabad-abad karena khasiat penyembuhannya. Tehnya sendiri diseduh dari bunga dan daun kering, menghasilkan minuman berwarna kuning yang sedikit pahit dan beraroma bersahaja. Ini biasanya tidak ditemukan di toko kelontong standar, seringkali memerlukan pembelian dari penyedia teh khusus atau pengecer online yang harganya sekitar $1 hingga $3 per ons.

Meskipun kekurangan makronutrien yang signifikan, teh calendula mengandung antioksidan seperti terpen, flavonoid, polifenol, dan karotenoid. Senyawa ini diyakini dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, meski diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan efeknya.

Potensi Manfaat Kesehatan

Meskipun sebagian besar penggunaan calendula secara historis masih belum diverifikasi oleh penelitian modern yang kuat, beberapa bidang menunjukkan hal yang menjanjikan:

  1. Penurun Demam: Secara tradisional digunakan untuk menurunkan demam, sifat astringen dan anti-inflamasi calendula dapat berkontribusi terhadap efek ini. Namun, bukti ilmiah saat ini masih terbatas, dan penyelidikan lebih lanjut sangatlah penting.
  2. Kesehatan Kulit: Krim calendula terkenal untuk penyembuhan luka dan hidrasi. Meskipun teh menawarkan sifat antiseptik, penggunaan topikal (krim, losion) lebih efektif untuk mengatasi masalah kulit seperti kekencangan, peradangan, dan regenerasi jaringan.
  3. Potensi Efek Anti-Kanker: Penelitian awal menunjukkan calendula dapat mengaktifkan protein yang membunuh sel kanker. Sebuah penelitian bahkan menemukan bahwa ia mengungguli kamomil dalam potensi antitumor. Namun, ini masih merupakan penelitian praklinis dan kesimpulan pasti belum dapat diambil. Ekstrak calendula topikal telah menunjukkan harapan dalam mencegah dermatitis akibat radiasi pada pasien kanker payudara, namun hal ini dicapai melalui penerapan langsung, bukan dengan meminum teh.
  4. Meringankan Haid: Teh calendula secara tradisional digunakan untuk meredakan kram menstruasi, meskipun diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan efek ini. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hal itu bahkan dapat merangsang menstruasi jika tidak ada, namun konsultasi dengan dokter sangat penting.
  5. Penghambatan HIV (Bukti Terbatas): Sebuah penelitian terdahulu menunjukkan bahwa ekstrak calendula dapat menghambat replikasi HIV-1. Namun, penelitian ini sudah ketinggalan jaman dan memerlukan replikasi dengan metodologi modern.

Cara Memasukkan Teh Calendula

Karena dukungan ilmiah yang terbatas, dosis yang tepat untuk efek optimal masih belum jelas. Namun, konsumsi sehari-hari umumnya dianggap aman dan bisa menjadi alternatif minuman manis yang menyehatkan.

Ahli herbal Rachelle Robinett merekomendasikan menyeduh calendula dalam jumlah besar dan mendinginkannya untuk digunakan nanti. Bisa juga ditambahkan ke smoothie, oatmeal, atau resep lainnya sebagai penambah rasa yang unik. Tidak ada waktu terbaik untuk meminumnya; nikmati sebagai minuman malam yang menenangkan atau alternatif pagi yang hangat selain kopi.

Petunjuk Pembuatan Bir

Untuk ekstraksi senyawa bermanfaat secara maksimal, pertimbangkan metode rebusan:

  1. Panaskan 8 ons air dengan 2 sendok teh bunga calendula dengan api kecil.
  2. Didihkan perlahan selama 10–15 menit.
  3. Angkat dari api dan diamkan selama satu jam lagi.
  4. Saring dan nikmatilah.

Keamanan dan Efek Samping

Calendula umumnya dianggap aman, namun reaksi alergi mungkin terjadi, terutama bagi individu yang sensitif terhadap marigold atau tanaman dalam keluarga Asteraceae. Ini juga dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, termasuk obat penenang, obat tekanan darah, dan perawatan diabetes. Konsultasikan dengan profesional kesehatan jika Anda memiliki kekhawatiran. Wanita hamil sebaiknya menghindari calendula karena berpotensi mengganggu konsepsi atau persalinan.

Intinya

Teh calendula memiliki sejarah yang kaya dalam pengobatan tradisional, dan penelitian baru menunjukkan potensi manfaatnya dalam menurunkan demam, kesehatan kulit, dan bahkan perawatan paliatif kanker. Namun, sebagian besar bukti masih bersifat awal, dan diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengonfirmasi efek ini. Meskipun bukan obat ajaib, minuman ini tetap merupakan minuman yang aman dan berpotensi menyehatkan yang patut ditelusuri sebagai bagian dari rutinitas kesehatan yang lebih luas.