Tren pembuatan kerucut salju dan krim salju di TikTok baru-baru ini telah memicu minat baru untuk mengonsumsi salju. Namun sebelum Anda mengambil sedikit, penting untuk memahami risiko yang ada. Meskipun beberapa serpihan mungkin tidak akan merugikan, memakan salju tidaklah berbahaya seperti yang terlihat.
Apa yang Sebenarnya Ada di Salju?
Kepingan salju tidak steril. Saat turun, mereka bertindak seperti pengumpul di udara, menjebak partikel dari atmosfer. Saat mencapai tanah, mereka membawa sisa-sisa debu, jelaga, serbuk sari, bakteri, spora jamur, plastik mikroskopis, dan bahkan partikel logam. Intinya, salju adalah gambaran kualitas udara di atasnya.
Bahayanya tidak berakhir di situ. Salju di tanah dapat terkontaminasi dengan kotoran hewan (yang membawa E.coli ), garam jalan, pupuk, dan zat tidak aman lainnya. Meskipun terlihat bersih, sebaiknya perlakukan salju seperti air yang tidak diolah: sesuatu yang tidak akan Anda minum tanpa disaring.
Kota vs. Negara: Apakah Lokasi Penting?
Ya. Daerah dengan kualitas udara yang buruk, seperti kota dengan lalu lintas padat atau emisi industri, akan memiliki konsentrasi kontaminan yang lebih tinggi pada salju. Namun, kontaminasi tanah adalah masalah yang lebih besar. Salju membawa polutan di mana pun lokasinya.
Kapan Paling Aman Makan Salju?
Jika Anda bersikeras untuk mencicipi salju, berhati-hatilah dalam memilih. Hanya makan salju yang masih asli, putih, dan tidak terganggu dari lapisan paling atas. Hindari salju yang pernah dilalui, disekop, atau tergeletak di tanah. Jangan pernah makan salju yang berubah warna – kuning (urin hewan), merah, hijau, oranye, abu-abu, atau hitam (polusi) semuanya merupakan tanda bahaya. Salju yang baru turun (dalam beberapa jam) memiliki risiko yang lebih kecil, namun tetap tidak sepenuhnya aman.
Untuk meminimalkan kontaminasi tanah, Anda dapat meletakkan mangkuk bersih di luar untuk menampung salju yang turun.
Risiko Kesehatan: Berapa Banyak yang Terlalu Banyak?
Mengonsumsi salju dalam jumlah sedikit tidak akan menghasilkan kalori, namun dapat menurunkan suhu tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak salju dalam kondisi beku dapat menyebabkan hipotermia. Mereka yang sistem kekebalannya lemah harus menghindari makan salju sama sekali, karena dapat membawa bakteri atau jamur berbahaya. Hewan peliharaan juga rentan terhadap risiko yang sama, terutama dari garam jalan dan bahan kimia.
Faktor Kegembiraan
Bagi orang sehat, satu atau dua gigitan salju segar kemungkinan besar tidak akan menimbulkan bahaya. Manfaat sebenarnya mungkin bersifat psikologis. Menangkap kepingan salju di lidah Anda bisa menjadi kesenangan sederhana, bagian ajaib dari musim dingin.
Pada akhirnya, meskipun memakan salju bukanlah bencana, sebaiknya lakukan pendekatan dengan hati-hati. Perlakukan itu sebagai contoh lingkungan, bukan camilan gratis.
