Bagaimana Pergeseran Hormon Mendorong Perubahan Suasana Hati Bulanan pada Wanita

0
7

Bagi wanita usia subur, gejolak emosi merupakan hal yang wajar dalam kehidupan. Suatu hari Anda mungkin merasa energik dan mampu, hari berikutnya Anda mudah tersinggung, lelah, atau bahkan menangis. Pergeseran ini tidak terjadi secara acak; hal ini sebagian besar didorong oleh perubahan hormonal yang dapat diprediksi sepanjang siklus menstruasi.

Memahami Siklus Hormon

Fluktuasi estrogen, progesteron, kortisol, dan serotonin mengatur pola emosional ini. Siklus ini dibagi menjadi empat fase utama, masing-masing fase memiliki efek berbeda terhadap suasana hati dan energi.

Fase Menstruasi: Energi dan Suasana Hati Rendah

Fase ini dimulai pada hari pertama menstruasi, saat lapisan rahim luruh. Pendarahan biasanya berlangsung tiga sampai lima hari, disertai dengan perubahan hormonal. Tingkat energi yang lebih rendah dan perubahan suasana hati sering terjadi. Penelitian menunjukkan bahwa wanita dengan menstruasi yang lebih banyak lebih mungkin mengalami perasaan depresi selama periode tersebut, hal ini menunjukkan adanya hubungan yang jelas antara gejala fisik dan kesejahteraan emosional.

Fase Folikuler: Meningkatnya Energi dan Kepositifan

Dimulai bersamaan dengan menstruasi, fase folikuler berlangsung selama 14 hingga 21 hari. Hormon perangsang folikel (FSH) mendorong perkembangan reproduksi, namun kunci pendorong suasana hati adalah peningkatan estradiol (bentuk estrogen paling ampuh). Fase ini sering kali membawa peningkatan energi, kemampuan bersosialisasi, dan kejernihan mental.

Kadar serotonin juga meningkat, berkontribusi terhadap peningkatan suasana hati dan bahkan minat yang lebih besar dalam aktivitas fisik. Penelitian mengkonfirmasi bahwa wanita cenderung mengalami lebih banyak emosi positif selama fase folikular akhir dibandingkan emosi negatif seperti kemarahan.

Fase Ovulasi: Puncak Estrogen dan Keinginan

Sekitar hari ke-14 siklus, kadar estrogen mencapai puncaknya, memicu pelepasan hormon luteinizing (LH). Hal ini mendorong ovarium untuk melepaskan sel telur. Banyak wanita melaporkan merasa lebih bahagia, lebih menarik, dan diinginkan secara seksual selama masa ovulasi. Testosteron juga meningkat, sehingga meningkatkan suasana hati dan energi.

Waktu ini bukanlah suatu kebetulan; diyakini memiliki dasar biologis, sehingga meningkatkan kemungkinan aktivitas seksual dan kehamilan.

Fase Luteal: PMS dan Peran Progesteron

Fase terakhir melibatkan peningkatan kadar progesteron untuk mempersiapkan tubuh menghadapi kemungkinan kehamilan. Jika pembuahan tidak terjadi, kadar progesteron turun, menyebabkan gejala PMS seperti perubahan suasana hati, mudah tersinggung, dan kembung.

Mengelola Perubahan Suasana Hati

Fluktuasi hormonal adalah bagian alami dari siklus menstruasi yang memengaruhi energi, emosi, nafsu makan, dan respons stres. Meskipun setiap fase memiliki pola emosionalnya sendiri, perubahan gaya hidup dapat membantu menstabilkan suasana hati:

  • Prioritaskan tidur: Istirahat yang cukup sangat penting untuk keseimbangan hormonal.
  • Makan makanan yang sehat: Nutrisi yang tepat mendukung kesejahteraan secara keseluruhan.
  • Tetap aktif secara fisik: Olahraga meningkatkan serotonin dan endorfin.

Jika metode ini tidak cukup, konsultasikan dengan dokter untuk mendiskusikan kemungkinan pilihan pengobatan untuk PMS parah.

Kesimpulan

Pergeseran hormonal sepanjang siklus menstruasi merupakan aspek fundamental kesehatan wanita, yang secara langsung memengaruhi keadaan emosi dan tingkat energi. Memahami perubahan ini dapat membantu wanita mengantisipasi dan mengelola perubahan suasana hati, sehingga meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.