Makanan Ultra-Olahan yang Sangat Sehat: 5 Pilihan yang Didukung Para Ahli

0
7

Makanan ultra-olahan mempunyai reputasi yang buruk, namun mengabaikannya sama sekali mengabaikan kenyamanan, keterjangkauan, dan bahkan nilai gizi dalam beberapa kasus. Para ahli sepakat bahwa tidak semua makanan olahan diciptakan sama. Beberapa diantaranya memberikan manfaat yang nyata, menjadikannya sebagai tambahan yang bermanfaat untuk diet seimbang. Inilah yang dikatakan ahli diet terdaftar dan dokter tentang lima makanan “ultra-olahan” yang layak untuk ditinjau kembali:

1. Roti Gandum Utuh: Olahan Tidak Sama dengan Tidak Sehat

Kebanyakan roti di pasaran diproses sampai tingkat tertentu. Bahkan pilihan organik dari biji-bijian utuh mengalami transformasi signifikan dari batang gandum menjadi irisan roti. Namun, pengolahan tidak meniadakan manfaat biji-bijian.

Roti gandum yang baik menyediakan serat, vitamin B, dan nutrisi penting yang mendukung pencernaan dan kesehatan jantung. Saat memilih, carilah “gandum utuh”, “oat”, atau “barley” sebagai bahan utama. Daftar bahan yang lebih pendek dengan tambahan yang dapat dikenali seperti minyak, gula, atau garam lebih disukai. Memilih minyak zaitun dibandingkan minyak kedelai semakin meningkatkan profil lemak.

2. Daging Olahan yang Diberi Makan Rumput: Pilihan Unggul

Daging olahan, seperti bacon dan irisan deli, sering kali masuk dalam kategori ultra-olahan. Namun pilihan yang diberi makan rumput secara signifikan lebih sehat daripada yang diberi makan biji-bijian. Penelitian menegaskan bahwa daging sapi yang dipelihara di padang rumput mengandung lebih banyak asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung.

Memilih daging olahan yang diberi makan rumput tidak menghilangkan pengolahan, namun memang meningkatkan nilai gizi. Ini adalah peningkatan sederhana untuk kesehatan yang lebih baik.

3. Hummus: Bahan Sederhana, Khasiat Ampuh

Hummus dapat diisi dengan bahan tambahan, tetapi versi dasar berbahan dasar buncis tetap bergizi tinggi. Carilah pilihan dengan bahan minimal—kacang buncis, minyak zaitun, dan bumbu.

Hummus menyediakan serat dan protein nabati. Memprioritaskan merek yang menggunakan minyak zaitun atau minyak bunga matahari dengan kandungan oleat tinggi akan meningkatkan manfaat kesehatannya lebih lanjut, berkat sifat anti-inflamasi asam oleat (omega-9).

4. Yogurt: Probiotik dan Protein di Setiap Gigitan

Bahkan yogurt manis merupakan sumber probiotik, kalsium, dan protein. Studi menunjukkan bahwa konsumsi yogurt dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penurunan angka kematian.

Mulailah dengan yogurt Yunani tanpa rasa untuk mendapatkan kandungan protein tertinggi. Tambahkan perasa alami Anda sendiri (buah, madu) daripada mengandalkan varietas yang sudah dimaniskan sebelumnya.

5. Kacang Kalengan: Kenyamanan Tanpa Kompromi

Kacang kalengan sering kali diberi label ultra-olahan, namun kacang ini tetap merupakan cara yang sangat efisien untuk mengonsumsi protein nabati, serat, dan nutrisi penting. Kacang kalengan nyaman, terjangkau, dan serbaguna.

Baik dikalengkan atau dimasak kering, kacang-kacangan memberikan manfaat kesehatan yang signifikan. Mereka dengan mudah cocok dengan makanan atau camilan apa pun.

Kesimpulannya, pemrosesan ultra tidak secara otomatis berarti tidak sehat. Beberapa makanan olahan mempertahankan nutrisi berharga dan menawarkan kenyamanan tanpa mengorbankan kualitas. Membuat pilihan yang tepat—seperti memprioritaskan biji-bijian, daging yang diberi makan rumput, dan daftar bahan sederhana—memungkinkan Anda menikmati manfaat makanan olahan tanpa membahayakan kesehatan Anda.