Pengertian Pengujian PD-L1 dalam Pengobatan Kanker Kepala dan Leher

0
7

Saat mendiskusikan pilihan pengobatan untuk kanker kepala dan leher yang berulang atau bermetastasis, pasien sering kali menemukan istilah PD-L1. Walaupun terdengar seperti jargon teknis, biomarker ini merupakan bagian penting dari teka-teki onkologi modern. Hal ini berfungsi sebagai indikator utama apakah imunoterapi —pengobatan yang dirancang untuk memperkuat pertahanan tubuh—akan menjadi strategi yang efektif untuk pasien tertentu.

“Perangkat Penyelubungan” Sel Kanker

Untuk memahami mengapa pengujian PD-L1 diperlukan, ada gunanya memahami bagaimana kanker menghindari sistem kekebalan.

Dalam tubuh yang sehat, sistem kekebalan tubuh menggunakan protein untuk membedakan antara “self” (jaringan sehat) dan “non-self” (penyerang seperti bakteri atau virus). PD-L1 (ligan kematian terprogram 1) adalah protein yang biasanya bertindak sebagai saklar pengaman, mencegah sistem kekebalan menyerang sel-sel sehat tubuh sendiri.

Sel kanker sering kali membajak mekanisme ini. Dengan mengekspresikan PD-L1 pada permukaannya, sel tumor dapat berikatan dengan protein PD-1 pada sel kekebalan. Interaksi ini pada dasarnya mengirimkan sinyal “jangan menyerang” ke sistem kekebalan tubuh.

“Ini pada dasarnya membantu sel kanker ‘bersembunyi’ dari sistem kekebalan tubuh,” jelas Dr. Jeff Yorio, ahli onkologi medis di Texas Oncology.

Dengan mengidentifikasi berapa banyak PD-L1 yang ada, ahli onkologi dapat menentukan apakah penghambat pos pemeriksaan imun —obat yang memblokir sinyal “sembunyi” ini—dapat menghilangkan kamuflase kanker dan memungkinkan sistem kekebalan mengenali dan menghancurkan tumor.

Menguraikan Skor: CPS vs. TPS

Hasil PD-L1 bukanlah jawaban “ya” atau “tidak” yang sederhana. Sebaliknya, skor tersebut dilaporkan sebagai skor numerik yang menggambarkan intensitas dan prevalensi protein. Ada dua cara utama untuk menghitung skor ini:

1. Gabungan Skor Positif (CPS)

CPS adalah metrik yang paling umum digunakan untuk kanker kepala dan leher. Daripada hanya melihat tumornya saja, tes ini mengukur persentase sel tumor dan sel kekebalan di sekitarnya yang membawa protein PD-L1.
* Skala: 0 hingga 100.
* Interpretasi: Skor di bawah 1 dianggap negatif; 1–19 rendah; dan 20 atau lebih dianggap tinggi.
* Mengapa penting: Karena laporan ini menjelaskan keseluruhan lingkungan tumor, laporan ini memberikan pandangan yang lebih komprehensif tentang bagaimana kanker berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh.

2. Skor Proporsi Tumor (TPS)

Fokus TPS lebih sempit. Alat ini hanya mengukur persentase sel kanker sebenarnya yang mengekspresikan PD-L1, dan mengabaikan sel kekebalan di sekitarnya.
* Interpretasi: Skor 1% atau lebih tinggi dianggap positif, sedangkan 50% atau lebih tinggi dianggap tinggi.

Proses Pengujian: Apa yang Diharapkan

Menentukan skor PD-L1 memerlukan sampel fisik tumor, biasanya diperoleh melalui biopsi atau prosedur pembedahan.

Setelah jaringan dikumpulkan, jaringan tersebut menjalani proses laboratorium yang disebut imunohistokimia. Selama proses ini, pewarna khusus diterapkan pada jaringan, membuat protein PD-L1 terlihat di bawah mikroskop sehingga dapat dihitung secara akurat.

Pertimbangan utama untuk pasien:
* Linimasa: Hasil biasanya memerlukan waktu antara lima hingga tujuh hari, meskipun terkadang dapat memerlukan waktu hingga dua minggu.
* Kualitas Sampel: Keakuratan pengujian sangat bergantung pada sampel. Jika biopsi tidak mengandung sel kanker dalam jumlah yang cukup, tes yang dapat diandalkan mungkin tidak dapat dilakukan.


Ringkasan: Pengujian PD-L1 adalah alat diagnostik penting yang mengukur seberapa banyak tumor menggunakan protein “penyelubung” untuk bersembunyi dari sistem kekebalan. Dengan menganalisis skor ini (CPS atau TPS), dokter dapat membuat keputusan yang terinformasi dan dipersonalisasi mengenai apakah imunoterapi adalah jalur pengobatan yang paling efektif.