Mereka menyebutnya sebagai gaya hidup selama beberapa dekade. Sekarang ada alasan molekuler.
Sebuah studi baru dirilis pada 27 Mei. Studi ini menghubungkan diet Mediterania dengan dua protein spesifik. Bukan hanya vitamin. Bukan hanya serat. Perisai mikroskopis sebenarnya di dalam sel Anda.
Proteinnya adalah Humanin dan SHMOOSE.
Lapisan Tersembunyi
Mitokondria disebut sebagai pembangkit tenaga listrik. Itu adalah label malas. Tentu. Mereka menghasilkan energi. Tapi mereka juga memproduksi peptida pemberi sinyal. Hal-hal kecil dengan pekerjaan besar. Mereka mengatur peradangan. Mereka melawan stres. Mereka menjaga mesin agar tidak mengeluarkan asap.
Humanin dan SHMOOOSE adalah dua di antaranya.
Para peneliti mengamati 49 orang dengan fibrilasi atrium. Usia rata-rata? 78. Mereka mengukur seberapa dekat orang-orang ini menempel pada lempeng Mediterania. Kemudian mereka memeriksa kadar plasma kedua peptida tersebut.
Polanya jelas.
Kepatuhan yang lebih baik berarti lebih banyak protein.
Secara khusus? Minyak zaitun. Ikan. Kacang-kacangan. Tritunggal yang suci. Sementara itu, roti olahan tidak lagi dihitung.
Ini menjadi lebih aneh.
Level humanin naik. Enzim yang disebut Nox2 turun. Nox2 adalah aktor yang buruk. Ini mendorong stres oksidatif dan kerusakan pembuluh darah. Jadi pola makan tidak hanya membanjiri tubuh dengan antioksidan. Ini mungkin mematikan saklar yang membuat tubuh rusak sendiri.
Mengapa Dua Ini?
Protein ini berasal dari DNA mitokondria. Bukan nuklir. Perbedaan itu penting. Kebanyakan protein dibangun dari nukleus. Ini datang langsung dari ruang baterai.
Humanin melindungi neuron. Ini membantu jantung. Bahkan mendorong sensitivitas insulin. Ini bertindak seperti sistem alarm untuk kelangsungan hidup sel. Ketika kondisi menjadi sulit. Humanin turun tangan.
SHMOOSE adalah anak baru di blok ini. Ia bermain dengan metabolisme. Bagaimana kita membakar lemak. Bagaimana kita mengolah gula. Tanda-tanda awal menunjukkan adanya regulasi. Kontrol.
Keduanya menurun seiring bertambahnya usia. Jelas sekali. Itulah intinya. Jika Anda ingin penuaan yang sehat, Anda mungkin perlu mencegahnya agar tidak terjatuh begitu saja.
Pergeseran Mekanisme
Kami selalu menceritakan kisahnya seperti ini: “Makan ini. Ada bahan-bahan enak di dalamnya.”
Percakapan berubah.
Mungkin ini bukan tentang isi makanannya. Mungkin makanan adalah pemicunya. Ini mengaktifkan pertahanan tubuh sendiri. Disfungsi mitokondria adalah ciri penuaan. Mitokondria melambat. Stres oksidatif menumpuk. Anda terkena penyakit. Kabut kognitif. Masalah jantung.
Jika pola Mediterania menjaga tingkat Humanin dan SHMOOOSE tetap tinggi, maka stres akan berkurang. Hal ini memberikan penjelasan mekanis mengenai umur panjang. Bukan sihir. Biologi.
Apa yang Harus Dilakukan
Ruang belajarnya kecil. Ini bersifat observasional. Anda belum dapat mengklaim sebab akibat. Tapi itu sejalan dengan semua hal lain yang kita ketahui. Data kesehatan jantung. Data perlindungan kognitif.
Jadi apa yang ada di piring?
- Minyak zaitun. Jadikan itu lemak utama Anda. Hiasi sayurannya. Hias biji-bijiannya. Studi tersebut mengaitkan minyak zaitun secara khusus dengan tingkat peptida yang lebih tinggi.
- Ikan. Targetkan salmon, sarden, mackerel. Dua atau tiga kali seminggu. Omega-3 mendukung fungsi mitokondria secara langsung.
- Kacang-kacangan. Kacang, lentil, buncis. Mereka adalah sumber serat dan protein nabati. Tapi sekarang mereka terkait dengan produksi Humanin.
- Kurangi roti putih. Tukar biji-bijian olahan dengan pilihan utuh. Korelasi antara roti olahan dan kadar protein yang lebih rendah adalah negatif.
Apakah ini memperbaiki penuaan?
Mungkin tidak. Tapi itu memberi sel Anda pelindung yang lebih baik. Data menunjukkan bahwa tubuh tahu cara melindungi dirinya sendiri. Anda hanya perlu memberikan masukan yang tepat.
Bagaimana jika selama ini kita berfokus pada bahan yang salah?
Penelitian ini masih awal. Tapi sinyalnya cukup keras untuk didengar.
