Tenis di Amerika Serikat mengalami periode pertumbuhan berkelanjutan yang bertentangan dengan siklus “boom and bust” yang biasa terjadi di banyak cabang olahraga. Menurut Laporan Partisipasi Tenis A.S. 2026, olahraga ini telah berkembang selama enam tahun berturut-turut, menandai perubahan signifikan dalam lanskap olahraga Amerika.
Satu Dekade Pertumbuhan yang Didorong oleh Poros Pandemi
Lonjakan yang terjadi saat ini dapat ditelusuri kembali ke awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Ketika olahraga tim tradisional dan aktivitas dalam ruangan ditangguhkan untuk mengendalikan penularan virus, tenis muncul sebagai alternatif yang layak. Karena memungkinkan adanya interaksi sosial sambil menjaga jarak fisik, olahraga ini mengalami peningkatan partisipasi sebesar 22% selama tahun penting tersebut.
Meskipun banyak industri mengalami “benjolan pandemi” sementara yang diikuti dengan penurunan, tenis tetap mempertahankan momentumnya. Sejak tahun 2019, total partisipasi telah meningkat secara besar-besaran 54%, menambah hampir 10 juta pemain ke olahraga ini di seluruh negeri.
Statistik Penting dari Lonjakan Tahun 2025
Data terbaru, yang diperoleh dari Physical Activity Council dan PLAY Study, mengungkapkan beberapa tren yang mencolok dari tahun lalu:
- Total Pemain: Partisipasi tenis AS meningkat sebesar 1,6 juta pemain pada tahun 2025, sehingga totalnya menjadi 27,3 juta.
- Pendatang baru: Sekitar 4,9 juta orang mengambil raket untuk pertama kalinya pada tahun 2025, meningkat sebesar 9% dibandingkan tahun sebelumnya.
- Retensi dan Pengembalian: Sekitar 20,7 juta pemain tetap aktif dalam olahraga ini, sementara 1,7 juta pemain kembali ke lapangan setelah absen selama lebih dari setahun.
- Pasar yang “Penasaran”: Diperkirakan 25 juta orang Amerika menyatakan minatnya untuk bermain game tetapi belum memulainya, hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang sangat besar di masa depan.
Mendobrak Stereotip “Elit”.
Secara historis, tenis telah berjuang untuk mendapatkan reputasi sebagai olahraga eksklusif bagi orang kaya. Namun, data terbaru menunjukkan bahwa Asosiasi Tenis Amerika Serikat (USTA) dan berbagai akademi berhasil mendiversifikasi basis pemain.
Pertumbuhan partisipasi minoritas saat ini melampaui tingkat pertumbuhan olahraga secara umum:
– Pemain kulit hitam/Afrika-Amerika: Meningkat sebesar 14% (+450.000)
– Pemain Hispanik/Latin: Meningkat sebesar 12% (+550.000)
– Pemain Asia/Kepulauan Pasifik: Meningkat 10% (+260.000)
– Wanita: Olahraga ini mengalami peningkatan 1,1 juta lebih banyak wanita pada tahun 2025 dibandingkan tahun 2024.
Pergeseran ini didukung oleh inisiatif akar rumput, seperti program beasiswa Akademi Tenis John McEnroe, yang menargetkan daerah perkotaan yang kurang terlayani seperti Harlem dan South Bronx untuk membawa olahraga ini langsung ke sekolah-sekolah setempat.
“Olahraga Paling Sehat di Dunia”
Partisipasi yang terus meningkat sejalan dengan tujuan USTA untuk menjangkau 35 juta pemain pada tahun 2035. Para pendukung olahraga sering menyebutnya sebagai salah satu aktivitas tersehat yang ada, mengingat kemampuan uniknya untuk melibatkan kemampuan fisik dan kognitif.
Tidak seperti banyak latihan aerobik, tenis memerlukan kombinasi kompleks dari:
1. Koordinasi Fisik: Gerakan dan pengaturan waktu seluruh tubuh.
2. Keterlibatan Kognitif: Melacak objek berkecepatan tinggi dan kesadaran strategis.
3. Umur Panjang: Olahraga ini tetap dapat diakses oleh orang lanjut usia, dengan banyak pemain yang terus berkompetisi hingga usia 80-an dan 90-an.
“Anda harus menggunakan seluruh bagian tubuh dan otak Anda karena semua faktor tersebut: melacak bola, melihat bola, terhubung dengan bola, pengaturan waktu, kesadaran, dan tentu saja, pergerakan.” — Patrick McEnroe
Kesimpulan
Didorong oleh perubahan gaya hidup pasca-pandemi dan inisiatif keberagaman yang sukses, tenis bertransformasi dari hobi eksklusif menjadi olahraga mainstream Amerika yang bersifat multi-generasi. Dengan jutaan non-pemain yang “penasaran” masih menunggu, perkembangan ini menunjukkan bahwa olahraga ini sedang dalam perjalanan untuk memenuhi target pertumbuhan jangka panjangnya.



























